Taman Listrik Tenaga Angin di Sumba, NTT

Taman Listrik Tenaga Angin (TLTA) ini merupakan hasil kreasi Lentera Bumi Nusantara (LBN) pada tahun 2013-2014, dengan dukungan dana dari CSR Pertamina dan IBEKA, merupakan sistem PLTB yang terdiri dari 28 kincir di Desa Kamanggih, 48 kincir di desa Tanarara, dan 26 kincir di desa Palindi, Kab. Sumba Timur, Prov. NTT.

Masing-masing kincir angin itu setinggi 4 meter, dan menghasilkan daya 500 Watt. Pengelolaannya total dilakukan oleh warga lokal.

Selain di Sumba, LBN juga area pusat studi, di Desa Ciheras, Kec. Cipatujah, Tasikmalaya, Jawa Barat. Disini terdapat 7 unit kincir angin yang memiliki ketinggian 4-11 meter, semuanya di kelas 500-1000 Watt.

LBN merupakan sebuah lembaga pusat studi energi terbarukan yang diinisiasi oleh Ricky Elson, ahli motor listrik, yang sudah sukses berkarir di Jepang, memiliki 14 paten motor listrik yang teregistrasi secara internasional, dan kemudian memilih kembali ke Indonesia untuk berbakti mengembagkan mobil listrik dan energi terbarukan.

Kincir-kincir angin di TLTA ini diklaim sebagai yang terbaik di dunia untuk kelasnya. Generator bermagnet 200 gram, murah dan terkecil di dunia, mampu menghasilkan listrik pada kecepatan angin 3 m/s saja. Sangat cocok untuk perilaku angin di Indonesia.

Teknologi kunci TLTA adalah Low Tip Speed Ratio type, Inverse Taper Wind Turbine, High Efficiency dan Cogging-Less Design of Permanent Magnet Motor/Generator.

Baling-baling murah dan kuat berhasil pula ditemukan. Berbahan kayu pinus yang ringan dan kuat, dikerjakan seorang perajin di Lumajang, Jawa Timur. Dibanding baling-baling impor seharga US $ 850 per unit dari Amerika, buatan Ricky tiga kali lebih kuat dan 40 persen lebih murah.

Sebar berita baik ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *