Panas Bumi

Panas bumi adalah:

xxx

Gambar. Skema sederhana proses ekstraksi panas bumi untuk pembangkit listrik tenaga panas bumi dengan sistem binary cycle (modifikasi dari https://www.britannica.com)

Dibandingkan dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atau Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), maka Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) memiliki keunggulan yaitu kapasitasnya (Capacity Factor) dapat mencapai 70%, sehingga mampu berfungsi sebagai penyuplai listrik base load (beban dasar). Bahkan di beberapa lokasi yang sangat strategis, PLTP mampu beroperasi dengan tingkat biaya produksi listrik yang sangat bersaing, bisa lebih rendah dibandingkan jenis-jenis energi baru dan terbarukan lainnya, apalagi jika dibandingkan dengan generator berbahan bakar fosil yang harganya terus meningkat dan berfluktuasi.

Akan tetapi, kendala utama untuk pengembangan PLTP adalah biaya awal yang tinggi, terutama biaya pengeboran sumur, yang mencapai 60% kebutuhan dari total biaya investasi keseluruhan (Ehrlich, R dan Harold, A. G., 2017). Saat ini, untuk penggunaan langsung sumber panas bumi, maka Cina adalah negara yang paling dominan, kemudian disusul oleh Amerika Serikat. Namun untuk penggunaan dengan cara memanaskan boiler untuk memutar turbin dan menghidupkan generator listrik, maka Amerika Serikat adalah juaranya dengan kapasitas listrik panas bumi 3,1 GW, disusul oleh Filipina 2 GW. Sedangkan dari sisi persentase nasional, Islandia memimpin, dimana 53,4 % konsumsi energi primernya bersumber dari panas bumi (Ehrlich, R dan Harold, A. G., 2017).