Limits to Growth?

Bnetuk planet bumi adalah mirip seperti bola.

Bagian-bagian permukaan planet bumi sudah jelas peruntukannya.

Sebagian daratan digunakan untuk tempat tinggal manusia, sebagian sebagai hutan, sebagian sebagai lahan pertanian, sebagian sebagai area industri, sebagian sebagai lautan, sebagian sebagai pegunungan, dan lain-lain…

Bayangkan, seiring waktu, populasi manusia akan terus bertambah, sehingga membutuhkan lahan yang lebih luas untuk bercocok-tanam, membuat perumahan, area industri baru, dan seterusnya.

Sehingga pada suatu masa, populasi manusia akan terpaksa menggerus kawasan hutan, gunung, dan lain-lain. Manusia akan merusak alam.

Alam yang rusak akan mengakibatkan jumlah hutan berkurang, sehingga jumlah oksigen yang beredar di atmosfer akan berkurang, jumlah air segar yang bersirkulasi akan sedikit. Akan terjadi krisis oksigen, krisis air, krisis energi, krisis makanan….

Pada suatu masa, akan terjadi persaingan-persaingan, dan akan terjadi konflik. Semacam perang besar memperebutkan sumber daya alam.

Perang akan mengakibatkan banyak jatuh korban. Jumlah populasi manusia akan kembali berkurang.

Kemudian…setelah konflik, kondisi akan kembali seperti semula, menjadi sebuah kondisi yang seimbang.

Demikian, imajinasi dari buku ‘Limits to Growth’, ditulis oleh Club of Rome pada 1972. Mereka membuat simulasi, membuat proyeksi kondisi bumi sampai dengan puluhan tahun ke depan untuk mengetahui dan mengantisipasi masalah-masalah di masa depan.

Ruang yang ada di planet bumi memang terbatas. Berapa jumlah populasi yang ideal? Berapa luas hutan yang ideal? Berapa jumlah lahan pertanian yang ideal? Kapan akan terjadi konflik besar untuk mencari keseimbangan?

 

Sebar berita baik ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *