Keajaiban Energi Surya di Jerman

Tiap akhir bulan kita dipusingkan dengan tagihan listrik yang kadang membengkak. Tapi disana, di rumah2 rakyat Jerman, meteran listrik berputar terbalik, tiap bulan masyarakat menghitung berapa uang yang diterima hasil penjualan listrik ke PLN-nya. Jerman, yang dulu pernah sangat tergantung dengan energi nuklir, kini bisa bernafas lega, karena sudah setengah PLTNnya dipadamkan, itu semua berkat aplikasi energi terbarukan, energi angin, matahari, biomassa, dll. Di negeri kita, harga listrik dijual murah, sehingga harus disubsidi oleh pemerintah, dan PLN tidak bisa berkembang. Disana, PLNnya membeli listrik yang bersumber terbarukan dengan harga yang mahal (feed-in tariff), sehingga masyarakat berlomba2 membuat listrik dari surya, angin, biomassa, dll. Di tiga musim summer terakhir, Jerman mencatat rekor, kontribusi energi surya pernah mampu melebihi 50% kebutuhan total listriknya. Dan itu, sumber utama2nya bukan dari Lapangan2 Solar Energy berukuran luas dan besar, tapi dari instalasi2 Solar PV berukuran kecil yang tersebar di atap2 rumah penduduk. Jumlah kebutuhan listrik Jerman bukan cilet2 lho, apalagi kalo hanya dibandingkan dengan kebutuhan listrik Indonesia, jauh bedanya. Sebenarnya ini ejekan paling ironis dari Bangsa Jerman, dengan memanfaatkan sinar matahari yang hanya secuil itu mereka bisa membuat banyak listrik, bandingkan dengan kita, di khatulistiwa, dengan radiasi solar yg dahsyat tersedia gratis secara rutin setiap hari sepanjang tahun, tapi masih sibuk dengan generator2 berbahan bakar bensin atau minyak diesel.

Sebar berita baik ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *